
Aku tahu aku salah. Di balik layar terminal gelap dan suara kipas laptop yang terus berputar, aku menulis baris kode yang akhirnya menyentuh sistem yang bukan milikku. Saat itu aku hanya ingin tahu — sekadar penasaran bagaimana sebuah situs bertahan dari serangan. Tapi rasa penasaran berubah jadi kesalahan.
Admin… maafkan aku. Aku tidak ingin menjatuhkan, aku hanya ingin memahami. Aku lupa bahwa di balik domain dan database itu, ada seseorang seperti kamu — yang bekerja, menjaga, dan membangun dengan hati.
Sekarang aku tidak lagi mencari celah keamanan, aku mencari celah untuk memperbaiki diriku sendiri. Aku tidak lagi ingin menjadi ancaman di jaringanmu, tapi pelajaran bagi diriku bahwa batas antara ilmu dan ego itu sangat tipis.